Blog / Bisnis

BEI dan Surveyor Indonesia siapkan UMKM menuju IPO

BisnisNov 6, 20263 min read

Peluncuran Go Public Academy oleh BEI dan Surveyor Indonesia memberi UMKM jalur belajar menuju IPO. Namun, program ini bukan pendanaan otomatis: kesiapan usaha tetap perlu dibangun.

Akademi membuka jalur belajar, bukan kepastian dana

Pada 2 November 2026, BEI dan Surveyor Indonesia menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat ekosistem pasar modal. Kerja sama itu dirangkaikan dengan peluncuran Go Public Academy, program yang ditujukan untuk membantu UMKM memahami proses menuju perusahaan terbuka. [S1] [S2]

Pendampingan yang disebut mencakup pemetaan kesiapan usaha, penguatan kualitas data, serta pemahaman standar dan tata kelola perusahaan. BEI juga menyebut materi tentang fundamental bisnis, transparansi informasi, dan tahapan IPO. [S1] [S2]

Pasar modal disebut sebagai alternatif pendanaan di luar perbankan. Namun, dari cakupan yang diumumkan, Go Public Academy adalah program pembinaan, bukan janji bahwa peserta akan memperoleh dana atau melantai di bursa. Bagi owner, manfaat paling masuk akal untuk dinilai sejak awal adalah pembelajaran dan pemetaan kesiapan. [S1] [S2]

Materinya menyentuh pekerjaan dasar perusahaan

Fokus program ini bukan sekadar mengenalkan istilah IPO. Materinya mencakup fundamental bisnis, tata kelola, kualitas dan transparansi informasi, serta tahapan menuju penawaran saham kepada publik. Pendampingan juga dapat membantu memetakan kesiapan dan memperkuat kualitas data usaha. [S1] [S2]

Bagi UMKM, hal-hal itu berhubungan langsung dengan kemampuan menjelaskan bagaimana usaha berjalan: apa sumber pendapatannya, bagaimana keputusan dibuat, dan apakah informasi yang disampaikan konsisten. Itu bukan jaminan bahwa perusahaan sudah memenuhi seluruh kriteria bursa; lebih tepat dipandang sebagai area yang perlu diperiksa dan dibenahi sebelum owner mengambil keputusan lebih jauh.

Legalitas dan risiko tetap menjadi bagian kesiapan

BEI menyebut bahwa kesiapan menuju bursa juga memerlukan legalitas, manajemen risiko, dan penerapan prinsip keberlanjutan. Dengan demikian, memahami tahapan IPO saja belum cukup untuk menggambarkan kesiapan sebuah usaha. [S2]

Secara praktis, owner bisa memeriksa apakah dokumen usaha tersimpan rapi, siapa yang bertanggung jawab atas pencatatan dan keputusan penting, serta risiko utama apa yang dapat mengganggu operasional. Untuk data keuangan, pastikan catatan yang digunakan untuk menilai bisnis tersusun dan dapat dijelaskan. Ini langkah persiapan, bukan daftar persyaratan resmi yang dijamin memenuhi ketentuan IPO.

Siapkan bahan sebelum mencari pendampingan

Owner dapat menggunakan agenda sederhana agar proses belajar memberi hasil yang bisa ditindaklanjuti. Tidak perlu menunggu seluruh sistem sempurna; mulai dengan mencatat kondisi sekarang dan bagian yang masih perlu dibenahi.

  • Susun dokumen legalitas dan catatan usaha yang tersedia, lalu tandai bagian yang belum lengkap atau sulit dijelaskan.
  • Petakan cara usaha menghasilkan pendapatan, siapa yang mengambil keputusan, dan bagaimana risiko operasional dikenali serta ditangani.
  • Catat pertanyaan tentang transparansi informasi dan tahapan IPO. Gunakan pertanyaan itu untuk menguji apakah jalur pasar modal relevan dengan rencana bisnis. [S2]

Ukur kecocokan dengan tujuan bisnis

Sebelum mengejar status perusahaan terbuka, owner perlu menjelaskan kebutuhan pendanaan yang ingin dijawab dan kesiapan usaha untuk lebih teratur dalam tata kelola serta penyampaian informasi. Hal-hal tersebut selaras dengan materi pembinaan yang diumumkan BEI dan Surveyor Indonesia, tetapi keputusan untuk menempuh IPO tetap perlu didasarkan pada kondisi masing-masing perusahaan. [S1] [S2]

Go Public Academy memberi UMKM kesempatan memahami jalur tersebut dengan lebih terarah. Langkah yang realistis adalah memakai pembelajaran untuk menemukan celah kesiapan, bukan menganggap peluncuran program sebagai jalan pintas memperoleh modal. Jika fondasi usaha belum rapi, pembenahan internal tetap menjadi pekerjaan pertama.

Sumber

Hand your bookkeeping to macro.

Tell us about your business on WhatsApp. We explain how it works and what to prepare.