Program UMKM Bisa Ekspor memfasilitasi transaksi US$347 juta hingga Agustus
Transaksi Program UMKM Bisa Ekspor mencapai US$347 juta pada Januari–Agustus 2026, naik dari US$134,8 juta setahun sebelumnya. Apa yang perlu disiapkan pelaku usaha?
macroBisnis
Per 29 September 2026, buyer dari 113 negara telah mendaftar untuk Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Sementara itu, sebanyak 1.533 pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, tercatat mendaftar sebagai ekshibitor per 25 September. Pameran ini dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober di ICE BSD, Kabupaten Tangerang. [S1]
Analisis: banyaknya negara asal buyer memberi alasan bagi UMKM untuk mempertimbangkan TEI sebagai ajang menjajaki pasar. Namun, angka pendaftaran menunjukkan minat untuk hadir, bukan bukti bahwa setiap peserta akan bertemu buyer yang cocok atau memperoleh pesanan. Karena itu, biaya dan waktu untuk ikut sebaiknya dihitung sebagai investasi penjajakan, bukan transaksi yang sudah pasti.
Jumlah pendaftar juga bukan satu-satunya pertimbangan untuk menjadi peserta. Kurasi TEI memperhatikan kesiapan dan kapasitas usaha memasuki pasar internasional, termasuk kemampuan produksi, manajemen, dan ekspor. [S1]
Bagi owner, ini berarti produk yang menarik saja belum cukup untuk dijadikan dasar mengikuti pameran. Analisis: calon peserta perlu menguji apakah usahanya mampu memenuhi pesanan dalam jumlah dan waktu yang disepakati, serta mengelola komunikasi dan proses penjualan secara konsisten. Jika kapasitas masih terbatas, lebih realistis menata kesiapan tersebut dahulu daripada mengandalkan ramainya calon buyer. [S1]
Pada 30 September, Menteri Perdagangan mengundang pelaku usaha dari Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Rusia untuk berpartisipasi dalam TEI 2026. Undangan itu disampaikan dalam pertemuan bilateral di Milwaukee, Amerika Serikat, pada sela pertemuan menteri perdagangan G20. [S2]
Fakta tersebut menunjukkan adanya upaya memperluas partisipasi pelaku usaha dari negara-negara itu, tetapi tidak menyatakan bahwa mereka telah terdaftar sebagai buyer atau akan membeli produk peserta. Saran: jangan memilih pasar hanya karena suatu negara disebut dalam agenda promosi. Periksa lebih dulu kecocokan produk, kemampuan memasok, dan biaya untuk menindaklanjuti peluang yang mungkin muncul. [S2]
Saran praktisnya, perlakukan persiapan TEI seperti pemeriksaan kesiapan penjualan, bukan sekadar menyiapkan stok untuk dipajang. Catat kapasitas yang benar-benar dapat dijanjikan dan siapkan informasi yang memudahkan calon mitra menilai produk.
Fakta yang tersedia memberi dua sinyal berbeda: pendaftar buyer berasal dari banyak negara, sedangkan peserta tetap dinilai dari kesiapan usaha memasuki pasar internasional. Keduanya penting, tetapi tidak saling menggantikan. Banyaknya pendaftar tidak menghapus kebutuhan untuk memastikan kapasitas produksi, manajemen, dan kemampuan ekspor. [S1]
Bagi UMKM yang sudah siap, TEI dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan produk dan menguji respons calon mitra. Bagi yang belum siap, keputusan yang lebih masuk akal mungkin menunda keikutsertaan atau membatasi komitmen sampai kemampuan pasok dan tindak lanjut lebih jelas. Apa pun pilihannya, ukur hasil dari kecocokan kontak dan langkah lanjutan yang benar-benar bisa dikerjakan—bukan dari harapan bahwa pendaftaran otomatis berubah menjadi ekspor.