Keuangan

MDR QRIS nol persen kini berlaku sampai Rp100.000 untuk semua merchant

1 Okt 2026 - 3 menit baca

Batas bebas MDR mulai berlaku pada 1 Oktober

Mulai 1 Oktober 2026, transaksi QRIS hingga Rp100.000 tidak dikenai Merchant Discount Rate (MDR) pada semua kategori merchant. Untuk usaha mikro, batas transaksi yang bebas MDR tetap lebih tinggi, yakni hingga Rp500.000. Ketentuan ini menjadi perubahan biaya yang langsung relevan bagi pemilik usaha yang menerima pembayaran QRIS. [S1] [S2]

Perbedaan batas itu penting: kebijakan baru memperluas transaksi bebas MDR untuk kategori usaha kecil, menengah, dan besar hingga Rp100.000, sementara batas usaha mikro tidak berubah dari Rp500.000. Artinya, kata “nol persen” tidak berlaku tanpa batas nominal. [S1] [S2]

Dampaknya bagi biaya merchant bergantung pada nilai transaksi dan kategori usaha. Pemilik usaha sebaiknya tidak menganggap setiap pembayaran QRIS otomatis bebas biaya setelah aturan ini berlaku.

Ambang transaksi menentukan biaya yang perlu dihitung

Untuk usaha kecil, menengah, dan besar, transaksi sampai dengan Rp100.000 mendapat MDR 0%. Untuk usaha mikro, transaksi sampai dengan Rp500.000 tetap mendapat MDR 0%. Transaksi yang melampaui ambang tersebut dikenai MDR sesuai kategori merchant. [S1] [S2]

Contohnya, transaksi Rp150.000 berada di atas batas bebas MDR kategori kecil, menengah, dan besar, tetapi masih di bawah batas untuk usaha mikro. Maka, dampak biayanya berbeda menurut kategori merchant, bukan semata-mata karena pembayaran dilakukan dengan QRIS. [S1] [S2]

Besaran MDR untuk transaksi di atas ambang tidak dirinci dalam informasi yang tersedia. Karena itu, jangan mengasumsikan satu tarif berlaku untuk semua usaha atau menghitung penghematan dalam rupiah sebelum mengetahui tarif yang sesuai dengan kategori merchant. [S2]

MDR adalah biaya merchant, bukan diskon pembeli

MDR merupakan biaya pemrosesan transaksi yang ditanggung merchant. Jadi, MDR 0% berarti biaya tersebut tidak dikenakan pada transaksi yang memenuhi batas dan kategori, bukan potongan harga otomatis untuk pelanggan. [S1]

Bagi pemilik usaha, pembedaan ini mencegah salah membaca manfaat aturan. Kebijakan dapat mengurangi beban biaya pada transaksi tertentu, tetapi tidak dengan sendirinya menentukan harga jual atau menjamin seluruh biaya penerimaan pembayaran hilang.

Sebaiknya keputusan harga tetap didasarkan pada perhitungan usaha secara keseluruhan. Jangan menjanjikan diskon kepada pelanggan hanya karena MDR pada transaksi tertentu menjadi nol, kecuali memang ada keputusan promosi tersendiri.

Catat transaksi berdasarkan kategori dan nominal

Langkah praktis pertama adalah memastikan kategori merchant yang digunakan untuk usaha, lalu mencocokkan batas bebas MDR dengan nilai transaksi. Informasi yang tersedia membedakan batas untuk usaha mikro dan kategori kecil, menengah, serta besar, sedangkan transaksi di atas ambang tetap dikenai MDR sesuai kategori. [S2]

Pemilik usaha dapat meninjau catatan transaksi QRIS dan memisahkan transaksi di bawah atau pada ambang dari transaksi di atasnya. Pencatatan ini membantu memperkirakan biaya secara lebih tertib dan membandingkan tagihan dengan kategori yang berlaku. Ini adalah langkah pengelolaan, bukan ketentuan tambahan dari kebijakan.

Jika kategori usaha atau rincian MDR belum jelas, tanyakan kepada penyedia layanan QRIS sebelum memasukkan perkiraan biaya ke dalam anggaran. Hindari memakai satu angka tarif untuk semua transaksi karena informasi yang dirilis menyebut MDR di atas ambang mengikuti kategori merchant, tanpa merinci tarifnya. [S2]

Kesimpulannya, perubahan ini memberi batas bebas MDR yang konkret: Rp100.000 untuk semua kategori dan tetap hingga Rp500.000 bagi usaha mikro. Manfaat yang benar-benar diterima tiap merchant bergantung pada nominal transaksi serta kategori usahanya. Dengan memeriksa dua hal itu, pemilik UMKM dapat menilai dampak biaya tanpa menyamakan MDR nol dengan pembayaran QRIS yang selalu gratis. [S1] [S2]

Sumber

WhatsApp logo