Blog / Bisnis

TEI 2026 jadi etalase Banjarbaru bagi calon pembeli

Bisnis21 Okt 20263 menit baca

TEI ke-41 memberi dua contoh berbeda bagi UMKM: Banjarbaru membawa produk ke hadapan calon pembeli, sementara peserta program iklan AI mulai mencatatkan penjualan ke Malaysia.

TEI ke-41 menampilkan dua jalur menjangkau pasar

Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Bagi pemilik UMKM, dua contoh yang muncul dari rangkaian pameran ini menawarkan pendekatan berbeda untuk mencari pasar: membawa produk ke hadapan calon pembeli dan menguji promosi digital untuk menjangkau pembeli di luar negeri. [S2] [S3]

Keduanya bukan resep pasti untuk mendapatkan pesanan. Namun, contoh Banjarbaru dan peserta program Gapai Pasar Global dengan AI memberi bahan untuk menimbang langkah yang sesuai dengan kesiapan produk, kapasitas usaha, dan anggaran promosi.

Banjarbaru membawa kriya dan pangan ke hadapan calon pembeli

Pemkot Banjarbaru membawa produk kriya khas daerah dan olahan pangan lokal ke TEI. Pemkot menyebut pameran itu sebagai sarana untuk memperluas pasar UMKM sekaligus menjajaki kemitraan bisnis. [S2]

Bagi usaha kecil, pameran bisa menjadi kesempatan untuk memperlihatkan produk secara langsung dan membuka percakapan dengan calon pembeli. Tetapi hadir di stan saja belum sama dengan memperoleh penjualan. Pemilik usaha perlu menyiapkan tindak lanjut agar pertemuan tidak berhenti pada pertukaran kartu nama atau pujian atas produk.

Saran praktisnya, sebelum mengikuti pameran, pilih produk yang paling siap ditawarkan. Siapkan sampel, katalog ringkas, daftar harga, kapasitas produksi, dan kontak yang aktif. Saat berbicara dengan calon pembeli, catat kebutuhan mereka, jumlah yang dicari, serta langkah berikutnya yang disepakati. Itu membantu pelaku usaha menilai apakah peluang tersebut cocok dengan kemampuan produksi dan pasokannya.

Peserta program AI mencatat penjualan setelah menguji iklan

Jalur kedua datang dari program Gapai Pasar Global dengan AI, yang diinisiasi Meta bersama Kementerian Perdagangan dan UKMIndonesia.id. Program itu melatih 200 UMKM di Bandung, Batam, dan Jakarta, lalu ditutup dalam rangkaian TEI pada 15 Oktober. [S3]

Laporan program menyebut dua hasil yang konkret. Zayya mencatat penjualan Rp1,14 juta dari Malaysia setelah mengeluarkan Rp150.000 untuk iklan selama lima hari. Obudjamoe mendapat pesanan 60 pouch jahe instan senilai sekitar Rp3 juta dari Malaysia setelah mengeluarkan Rp135.000 untuk iklan selama tujuh hari. [S3]

Angka tersebut menunjukkan hasil yang dilaporkan oleh dua peserta, bukan jaminan bahwa belanja iklan dengan nominal serupa akan menghasilkan penjualan yang sama bagi usaha lain. Artikel yang memuat kisah tersebut juga menyatakan riset Meta-YouGov yang dikutipnya bukan representasi nasional populasi UMKM. [S3]

Implikasinya bagi pemilik usaha: iklan digital layak diperlakukan sebagai uji pasar, bukan biaya yang otomatis kembali. Penjualan perlu dibandingkan dengan biaya iklan, harga pokok, ongkos pemenuhan pesanan, dan biaya lain yang relevan. Nilai penjualan saja belum cukup untuk menunjukkan keuntungan bersih.

Pilih langkah berdasarkan kesiapan usaha

Pameran dan iklan digital tidak harus dipertentangkan. Pameran dapat membantu pemilik usaha memperkenalkan produk dan menjajaki kemitraan secara langsung, sedangkan uji iklan bisa menjadi cara untuk melihat respons calon pembeli. Pilihan yang masuk akal bergantung pada apa yang sudah siap dilakukan usaha, bukan pada anggapan bahwa satu kanal selalu lebih unggul.

Sebelum mengeluarkan biaya, pelaku UMKM dapat memakai tiga pemeriksaan sederhana:

  • Tentukan tujuan lebih dulu: mencari mitra, menguji minat pada produk, atau memperoleh pesanan.
  • Tetapkan anggaran uji yang sanggup ditanggung. Catat biaya, jumlah pertanyaan yang masuk, pesanan yang benar-benar dikonfirmasi, dan margin setelah biaya pemenuhan.
  • Pastikan produk, stok, dan kapasitas produksi siap bila respons calon pembeli melampaui perkiraan.

Ukur tindak lanjut, bukan sekadar jangkauan

Dari Banjarbaru, pelaku usaha bisa mengambil pelajaran tentang pentingnya membawa produk ke ruang temu bisnis. Dari peserta program iklan, mereka mendapat contoh bahwa promosi digital dapat menghasilkan pesanan, termasuk dari Malaysia. Keduanya memperlihatkan aktivitas yang berbeda; hasilnya tetap perlu dinilai dari kebutuhan dan kondisi tiap usaha. [S2] [S3]

Langkah paling realistis setelah melihat contoh TEI adalah memilih satu eksperimen kecil yang bisa diukur. Bila ikut pameran, tetapkan siapa yang ingin ditemui dan kapan akan menghubungi kembali. Bila mencoba iklan, batasi biaya dan tentukan lebih dulu seperti apa hasil yang layak diteruskan. Dengan begitu, keputusan berikutnya bertumpu pada tanggapan pembeli dan kemampuan usaha, bukan sekadar ramai atau tidaknya promosi.

Sumber

Serahkan pembukuan Anda ke macro.

Ceritakan bisnis Anda lewat WhatsApp. Kami jelaskan cara kerjanya dan apa saja yang perlu disiapkan.